Selasa, 19 Maret 2013
She Is My Girlfriend [Inspirated by @Nadila_JKT48]
SHE IS MY GILRFRIEND
"Hoaaam. Ini udah pagi atau masih malem sih?" Ucapku sambil menguap dan melehat arah jendela kamarku yang masih tertutup. Aku segera beranjak dari tampat tidurku, menuju jendela kamar dan membukanya.
"Wow sudah pagi ternyata." Aku bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Setelah rapih dan cakep, aku segera menuju ke bawah untuk sarapan dan pamit.
Aku segera menuju motorku digarasi dan berangkat ke rumah NADILA CINDI WANTARI sebut aja dia Nadila. Nadila adalah temanku dari kecil, sekolah pun kami selalu samaan. Rumah Nadila tidak jauh dari rumahku. Jadi aku selalu menjemputnya untuk pergi bareng.
"Pagi Nadila yang cantik." Ucapku pada Nadila setelah sampai dirumahnya. Nadila hanya tersenyum dan segera naik ke motorku. Nadila memang terkenal dengan pendiamnya tapi dia adalah orang yang mengerti tentang fashion. Terkadang jika jalan bareng, penampilanku sering dikomentari olehnya.
"Nadila Nadila, hari ini kamu cantik banget. Boleh di goda nggak? Ucapku genit. Nadila langsung menatapku dengan tatapan yang tajam haha. Aku pun segera menyalakan motorku dan menyetir. 10 menit kemudian kami sampai disekolah, aku segera mencari parkiran terdekat dengan sekolahku.
"Nanti pulangnya ketemu diparkiran ini ya Nad, dadah Nadila cantik." Ucapku kembali genit dan berharap Nadila menanggapi. Nadila menatapku dengan senyuman dan langsung turun dari motorku. Nadila pergi ke kelasnya meninggalkanku.
"Nadila Nadila bareng dong masuknya. Malah ditinggal." Ucapku sendiri dan segera turun lalu menyimpan helm. Aku berjalan menuju kelas, terlihat kembali Nadila didekati oleh seorang cowok itu lagi. Aku segera masuk kelas, dan disaat aku akan menyingkirkan cowok itu dari Nadila, 2 temannya malah datang menghampiriku.
"Hey kamu! Turun dari meja itu dan duduk ditempatmu sekarang!" Tiba-tiba guru Bahasa Indonesiaku datang dan memarahi cowok itu.
"Mampus loe woy!" Ucapku keceplosan. Semua melihat ke arahku, aku hanya memaparkan gaya yang santai dan wajah tanpa dosa. Saat jam pelajaran aku melihat Nadila didekati oleh cowok itu lagi. Aku melemparkan pulpenku dan pas kena kepalanya, dia segera menoleh ke arahku dan mengepalkan tangannya ke arahku.
"Emangnya gue takut ke loe woy?" Ucapku yang berani. Dan aku mencibirnya lalu kembali memperhatikan pelajaran hingga selesai.
Kelas usai, aku dan Nadila akan makan siang bersama. Sebenarnya aku memang sangat suka kepada Nadila dan aku sangat mengharapkan balasan. Di sisi lain aku mengaguminya dan aku ingin melindunginya.
"Nadila, kalo cowok itu dekat-dekat kamu. Tonjok aja, pites aja kepalanya." Ucapku kepada Nadila saat dalam perjalanan ke kantin.
"Ah biarin aja deh, orang aku nggak di apa-apain sama dia. Kalo aku sampai di apa-apain baru aku tonjok dan pites dia. Haha." Ucap Nadila sambil tertawa.
"Aku rela kok jadi super hero kamu, tenang aja." Ucapku kepada Nadila.
"Masa sih? Demi apa?"
"Demi apa ya? Mau tau aja, apa mau tau banget?" Ucapku bercanda kepada Nadila.
Kamipun sampai di kantin. Aku dan Nadila duduk lalu memesan makanan.
"Eh Nad, kamu inget nggak, dulu ya waktu SD aku suka loh usilin kamu." Ucapku kepada Nadila yang membuatnya tertawa.
"Haha ya ingetlah."
"Kamu dulu tuh cengeng banget ya." Aku tertawa puas membuka masa lalunya Nadila.
"Ih masa lalu itu, jangan di ungkit-ungkit." Nadila melemparkanku dengan tisu.
"Ingat-ingat doang kok."
Setelah selesai makan siang dan mengobrol. Nadila melihat jam tangannya yang berwarna merah dan bergambar klub bola Arsenal. Waktu menunjukan pukul 2.23 siang.
"Eh udah selesai belum? Pulang yu." Ucap Nadila.
"Yu yu yu." Balasku.
"Oh iya besok kamu mau nggak nganterin aku ke toko buku?". Pinta Nadila.
"Dengan senang hati Nadila cantik." Balasku kepada Nadila.
Akupun segera mengantarkan Nadila pulang ke rumahnya.
"Makasih ya udah ngajak makan sekalian nganterin pulang." Ucap Nadila sebelum turun dari motorku.
"Iya sama-sama ya Nadila yang cantik." Ucapku kepada Nadlia. Dan Nadila melambaikan tangannya kepadaku.
Esoknya aku janji pada Nadila untuk menemaninya ke toko buku. Maka aku segera bersiap-siap untuk menjemput Nadila ke rumahnya.
"Pake baju yang mana nih? Mana baju-bajuku warnanya hampir hitam semua lagi. Nanti kalo nggak cocok Nadila malah ceramah lagi." Aku bicara kepada cermin kamarku. Aku membongkar lemari bajuku dan mencari baju yang cocok. Soalnya bajuku hampir hitam semua karena kebetulan aku seorang guitarist di salah satu band yang beraliran Metal haha.
"Kayak yang mau kemana aja sampe segininya penampilanku." Aku kebingungan melihat kamarku yang berantakan oleh baju-bajuku. 10 menit kemudian aku menemukan baju yang cocok. Aku segera mandi dan pergi ke rumah Nadila untuk menjemputnya.
Ternyata Nadila udah menungguku di depan rumahnya.
"Lama banget sih kamu." Ucap Nadila saat bertemu denganku.
"Hehe maaf dong." Aku hanya tertawa
"Eh tumben rapih, tapi tunggu-tunggu. Kamu mau nganterin aku ke toko buku kan? Bukan mau nganterin aku ke makam? Serem ih bajunya takut kayak muka kamu." Ucap Nadila sambil melirikku.
"Emang biasanya nggak rapih gitu? Maaf dong nggak ada lagi Naaad." Aku cemberut.
"Enggak tau wkwkwk." Balas Nadila dengan wajah tersenyum, aku hanya diam. 20 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di toko buku. Aku memarkirkan motor dan turun bersama Nadila. Saat aku mau masuk ke toko buku, aku melihat motor cowok yang suka ngegangguin Nadila.
"Jangan bilang kalo cowok aneh itu ada disini juga." Ucapku dalam hati.
"Jangan bengong dong, ayo masuk. Kamu udah rapih kok, udah cakep." Ucap Nadila sambil mencolekku.
"Apa sih culak-colek dikira aku sabun colek apa." Aku dan Nadila masuk ke dalam toko buku.
Aku membuntuti Nadila dari belakang sambil melihat-lihat beberapa buku. Nadila tampak sibuk dengan buku yang dia cari. Tak lama setelah itu aku melihat cowok aneh itu.
"Benar dugaanku, cowok aneh itu ada disini." Aku melihatnya berjalan menuju ke arah Nadila. Dan kembali menggoda Nadila.
"Ini saatnya super hero beraksi." Aku mendekati Nadila dan cowok aneh itu.
"Ehem." Aku pura-pura batuk, supaya seperti di film-film haha.
"Hey bro. How are you? You looking good today?" Ucapnya sambil melihatku.
"Sialan belagu amat ini bocah." Ucapku membalas perkataan cowok aneh itu.
"Apaan loe how are you how are you!" Balasku dengan bahasa inggris yang berantakan. Nadila tampak menahan tawa mendengarku berbicara.
"Eh aneh, ngapain loe ada disini?"
"Ingin bertemu bidadari cantikku." Ia sambil melirik ke arah Nadila.
Aku segera menarik lengan kanan Nadila untuk keluar. Sebelum kami keluar aku berkata kepada cowok aneh itu.
"SHE IS MY GIRLFRIEND!!!"
"Kenapa kamu kayaknya ngenes banget sama itu cowok? Pake acara bilang kalo aku pacar kamu lagi." Tanya Nadila sambil tertawa.
"Aku nggak suka sama gayanya dia Nad. Biarin aja biar dia nggak gangguin kamu lagi." Ucapku meyakinkan Nadila.
"Bagus deh! Sebenernya juga aku males banget ketemu sama dia. Untung aja kamu bilang SHE IS MY GIRLFRIEND haha. Semoga aja dia nggak gangguin aku lagi." Ucap Nadila membalas.
"Andai aja kamu tau Nad, sebenernya aku ingin banget memilikimu. Oh iya semoga aja kamu jadi pacar aku ya diwaktu yang tepat." Ucapku didalam hati sambil bengong.
"Nadila... Is My Girlfriend." Kata-kata itu selalu terbayang-bayang dibenakku.
***
Writer : Zaky Yusril Rais (@Zakyyrais)
Inspirated by @Nadila_JKT48
THANKS YOU FOR READING
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar